Petualangan

Surga Dari Pulau Lombok Gunung Rinjani

Cut Marie bersama rekannya dari Australia dan Jerman sudah saling kontak kalau akan melakukan kegiatan naik gunung Rinjani di pulau Lombok Nusa Tenggara Barat. Mereka janjian bertemu di Mataram. Charlotte gadis Australia dan Albert cowok dari Jerman yang bersahabat dengan Cut Marie ketika kuliah di Inggris . Cut Marie yang memimpin perjalanan dan merupakan ketua kelompoknya. Charlotte dan Albert membawa rekannya masing-masing dua orang karena untuk mengambil film, foto dan semua dokumentasi Cut Marie sendiri mengajak sahabatnya dari Lombok dua orang juga , jadi masing-masing negara memiliki wakil tiga orang. Cut Marie akan melakukan riset keindahan gunung Rinjani secara berkelompok .

Sembilan orang sudah sampai di Mataram Lombok dan langsung menuju penginapan. Cut Marie meminta Sandigo temannya untuk memimpin perjalanan besok pagi. Dalam pertemuan Charlotte dan Abert bersama rekan-rekannya mendengarkan uraian dari Sandigo yang asli Lombok dan bekerja sebagai pemandu wisata perjalanan ke gunung Rinjani .

Sandigo : ” Jadi nanti perjalanannya melalui Sembalun – Torean , pagi-pagi kita harus sudah siap okey….? ” semua menjawab ” okey ” .

Pagi hari mereka semua sudah pada sarapan di penginapan dan sudah siap menggunakan sunblock biar kulit tak terjadi iritasi . Mereka menuju Puskesmas Sembalun dan diperiksa tensi ( medical check up ) sambil mengurus perizinannya , mereka naik mobil pickup sebagai start menuju ke pos 2 dengan menaiki ojek sepeda motor tak lupa Charlotte mengabadikan rombongan yang naik ojek untuk divideokan, laju ojek berbarengan sampai di batas pintu yang bernama Bentotok ( Pintu bawaq Naok 1068 mdpl ) sebagai start ojek 1, 4km ( 5menit ) pos 1 di pementan 1419 mdpl , ojek melaju dengan angin semilir yang membuat semua pendaki tersenyum gembira sambil menggendong tas punggung dan biaya ojeknya Rp 200,000 per ojeknya ,akhirnya mereka sampai di pos 2 dan berjalan kaki melaluinya karena ojek sudah berakhir dengan perjalanan yang cukup berliku yang merupakan hamparan yang tak bisa dilalui ojek .

Di pos 2 selama 30 menit beristirahat mereka menikmati makanan yang ada di sana seperti mendoan ,mereka melakukan olah raga jelang menuju pos 3 untuk pemanasan. Makan seadanya dan Albert mendapat suapan mendoan dari Cut Marie . Sandigo melakukan tos bersama jelang meninggalkan pos 2 di Tangenean .

Dengan melawati padang rumput dan ilalang yang naik turun serta udara yang panas berangin perlahan mereka menikmati perjalanannya dan tak lupa berfoto ria dan jalur mulai menaik serta berbatu dan berumput ilalang menuju pos 3 bayangan yang terdapat satu shelter , jalan terus menajak dan melewati sungai kering menuju Padabalong 1793 mdpl banyak rambu yang bertuliskan jangan buang sampah sembarangan, Mereka berjalan lagi dan lebih menanjak. Di pos 3 mereka tiba pada pukul 13.00 saatnya makan siang yang sudah dikemas dengan kertas Charlotte menikmatinya sambil mendokumentasikan perjalanan ini dan jelang perjalanan lebih mendaki dan beristirahat satu jam karena segera menghadapi jalur yang lebih menantang menuju pos 4 Cemoro Siu dengan jalan menanjak diiringi cuaca panas membuat keringat mengucur dengan pemandangan yang aduhai indahnya dan juga berkabut dan sering disebut bukit penyesalan .

Merka banyak bertemu pendaki yang sedang isrtirahat karena kecapekan diiringi suara monyet yang ramai mencegat para pendaki meminta sedikit makanannya. Plawangan Sembalun pos 4 penuh dengan monyet yang bergerombol dan mereka baru sampai17.30 mereka sudah sampai sambil menikmati pisang goreng yang sudah disiapin oleh rombongan Charlotte dari Australia serta sudah berdiri tenda-teda peristirahatan karena hari sudah mulai gelap . Cut Marie mempersiapkan makan malam dan mereka segera beristirahat. Paginya sudah disiapkan makanan dari Albert Jerman dengan menu yang mengasyikan . Jam menunjukkan pukul 02.15 dan akan melanjutkan perjalanan menuju star summit pukul 02.30 . dengan melawati para pendaki yang istirahat makan dengan dengan keharuman mie kuah baunya merayap kemana-mana . Dengan memakai lampu di kepala sebagai penunjuk jalan mereka melewati iakar-akar pohon serta jalan antri karena hanya itu yang aman buat pendaki yang menggunakan tali untuk naik . dengan jalan berpasir dan menanjak sampai sepatu dibalut plastik gaiter demi keamanan tak kemasukan pasir sepatunyadari pergesekan batu. Betul-betul berpasir dan tak menjumpai bebatuan . Jam 03.3 mereka sudah sampai di Crater Rim . Jam 04,12 sudah tiba di Cemoro tunggal mereka beristirahat sebentar dan menikmati camilan yang ada sambil mengabadikan dengan video dan anginpun mulai bertiup semilir udara sangat dingin sekali serasa menggegam es batu yang rupanya badai lenticuler sedang berlangsung pagi ini, hawa kantuk mulai mengganggu perjalanan yang penuh berpasir dan mendaki karena kabut juga mengganggu pandangan serta dingin tak tertahan serta angin yang kencang yang bikin ngantuk dan loyo , tapi Cut Marie dan Sandigo tetap melanjutkan operjalanan menuju summit .

Disini kekuatan fikiran bisa melampaui batas kekuatan tubuh tapi Sandigo memberi semangat tetap jalan jangan istirahan atauoun tidur di jalan karena memang seperti ini resikonya jadi pertahankan tetap berjalan walaupun pelan . Dan akhirnya pukul 07.00 mereka sampai di puncak Rinjani 3778 mdpl mereka semua berkumpul dan bersujud karena sudah sampai di puncak .

Pagi itu begiti indahnya menyaksikan pemandangan dari atas dengan angin yang bertiup kencang seta berkabut mereka mengabadikan keindahan Rinjani dan beristirahat sebentar karena akan meneruskan perjalanan lagi ke Danau Segara Anak tapi masih bisa ber selfi untuk kenang-kenangan setelah summit, sunguh indah pemandangan Gunung Rinjani , Albert memvideokan moment yang sangat berharga yang juga disertai badai lenticuler begitu dasyatnya pukul 03.30 dini hari rombongannya sangat terpesona dengan keindahan Rinjani meskipun begitu membahayakan waktu melewati pasir yang mengganggu perjalanannya serta kantuk yang mengganggu…inilah hasilnya . Rombongan Albert dan Charlotte begitu bangga setelah tiba dan menikmati keindahan Gunung Rinjani yang menawan hati. dua jam sudah mereka mengabadikan dokument tersebut dansegera turun menuju Segara Anak

Perjalana turun dari Plawangan Sembalun menuju ke danau serasa berat karena mmasih diliputi ngantuk berat untung saja perut sudah kenyang berkat sarapan yang sudah dilakukan tiem Albert. Menuruni tebing menuju Segara anak kaki rasanya capek terutama dengkul ini begitu Charlotte berkata sambil berteriak kepada tebing-tebing sebagai rasa penat saja tetapi mereka semuanya melaluinya dengan senang hati begitu menikmati keindahan gunung Rinjani . Hari sudah siang tenaga rasanya lemes tetapi rombongan terus berjalan meskipun pelan sambil berselfi jadinya mereka bersemangat lagi saking ngantuk juga capek Cut Marie tak kuat naik karena terpeleset bebatuan yang harus dilewatinya tapi akhirnya bisa melaluinya meskipun begitu susah payah karena cuaca cukup berkabut pula dan hanya bisa melihat dengan jarak 25 meter apalagi menggunakan tenaga sisa dari puncak mata dan kaki rasanya waow….ngantuk capek jadi satu sehingga jalan kurang nyaman apalagi menuruni menuju segara anak wow…lemes rasanya tak tidur rasanya n=mata lengket sambil jalan sampai salah menginjak batu tan sedikit oleng untung saja masih aman-aman gaes… begitu fikir Alber yang juga ikut sempoyongan menahan ngantuk yang berat. Cut Marie membagikan buah apel terasa segar diwaktu siang hari ini karena panas sekali, serta beristirahat sebentar menikmati buah apel yang cuma sebuah tetapi lumayan besar.

Angirnya sampai juga ke Segara anak jam 16.20 di sana sudah berdiri kemah-kemah yang disiapkan Charlotte dan Sandigo yang langsung disantap peserta dan segera menlanjutkan perjalanan dengan melewati air sungai yang hangat mereka mencuci diri dan bersih-bersih karena badan terasa capek , mereka bermalam di Segara Anak dan makan malam di sana . Pagi harinya semua mendokumentkan Segara Anak yang begitu elok dan segera balik menuju Torean . Meskipun mereka tetap menggunakan jasa porter sebagai angkut-angkut barang dan memasak , mereka tetep saja kecapekan tapi sekarang setelah makan menjadi sehat kembali dan siap turun melalui Torean jalur yang amat panjang dan memakan waktu hampir 13 jam melewati gua air susu yang bermata air panas tetapi mereka melalui saja munkin karena mata sudah layu ingin segera tiarap kecapekan.

Danau Cikararat sudah dilaluinya dengan jalan yang berliku dan naik turun juga mereka sangat puas melihat pemandangan dan juga bis bersih-bersih dengan air yang panas atau sedang membuat tubuh kuat dan segar kembali mesti mata tetep saja ngantuk berat tetapi karena melihat keindahan panoramanya yang aduhai menjadi lebar lagi mata ini dengan melihat ngarai dan keindahan gunung Sangkarean nya bisa bercengkerama dengan santainya sesekali mereka mengambil vedio serta berselfi bergembira . Jalan menurun lagi dengan tajam di daerah Jurang Kuda Kurus dan harus menggunakan tali yang sudah disediakan untuk pendaki disini harus hati-hati karena jalannya amat curam dan melewati Kali Propok yang bertemu dengan sumber air sungai yang panas , mereka menikmati keindahan gunung serta ngarai sambil bersihkan diri dengan sumber air panas yang di Torean sangat banyak jumlahnya tetapi mereka harus memilih air yang tak mengandung belerang bila mengkonsumsinya

Jalur Torean pemandangannya sungguh indah sehingga mereka suka sekali mengambil vedio dan merselfi karena pemandangannya amat keren habis…. baik dari depan, belakang semua indah bukan main inilah yang menyebabkan rindu untuk mendaki di Gunung Rinjani dari berangkat hingga kepulangan disuguhin pemandangan yang sungguh indah . Air terjun Penimbungan sudah didepan mata mereka beristirahat dan menikmati makan siang dan akan segera masuk hutan mkanya meraka bersiap-siap segera berangkat biar tidak kemalaman di hutan dan jalan tetap naik turun capek deeh….tapi menyenangkan dengan udara yang panas serta angin semilir menjadi nikmat perjalanannya …dan akhirnya mereka sampai ke pos ojek Torean .

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close

Adblock Detected

Support Kami Dengan Mematikan Adblock