Kehidupan

Semakin Tua Semakin Kikir dan Pelit

Rosmanah bertemu dengan Safi’i ketika masih sama-sama bekerja di konveksi pakaian jadi anak-anak , Safi’i sering berhutang kepada Rosmanah karena Safi’i anak orang miskin dan berpendidikan tertinggi SMA tanpa keahlian sedikitpun .

Ibu Safi’i pejual makanan gorengan demi dapur mengebul karena masih memiliki anak yang masih kecil-kecil, Safi”i anak tertua yag membantu ibunya mengurus biaya rumah tangga karena ayahnya sudah tiada sedang adiknya tiga orang yang masih sekolah di SMA dan dua masih sekolah SMP dan SD

Safi’i membuka jendela kamarya angin sejuk berhembus pagi itu sedikit dingin karena Safi’i baru selesai membantu ibuknya menata dagangan didepan rumahnya . Murni yang menunggu uang jajan karena nanti pelajaran olah raga mengagetkannya dan buru-buru Safi”i membuka kotak uag receh dan memberikannya pada Murni . Safi’i yang betul-betul irit pengeluaran harus mendahulukan kepetingan adik-adiknya terutama Murni yang sudah kelas tiga SMP dan dia tahu dia akan ujian dua adiknya Dini dan Irsyat masuk sekolah agak siangan mereka baru duduk di kelas tiga dan paud . Irsyat ditinggal bapaknya sewaktu masih dalam kandungan waktu itu Safi”i masih ujian kelas tiga SMA Safi’i yag hanya berpendidikan SMA sudah menjadi tumpuan harapan keluarga , ayah Safi’i sudah meninggal dunia ketika Safi’i baru lulus SMA dan terpaksa dia tak bisa melajutkan kuliah karena harus mementingkan adiknya bersekolah. Safi’i yang bekerja sebagai pelayan toko sepatu dan masih nyambi sebagai penjaga parkir sampai malam hari demi dapur bisa ngebul. Safi’i mencium tangan ibuknya karena hendak berangkat kerja dan dua adiknya sudah mengerti tugasnya untuk membantu ibuknya serta mempersiapkan sekolah sendiri-sendiri .

Mereka adalah keluarga yag amat sederhana dan hampir apa adaya menerima nasib kehidupan dengan apa adaya,tapi sejak Safi”i diangkat menjadi karyawan tetap dengan kejujurannya merubah pendapatan dan kehidupanya mulai berwarna . Akhirnya Safi’i meniggalkan kerjaan sebagai penjaga parkir dan fokus di toko sepatuya

Rosmanah memperhatika Safi”i diam-diam kelihatannya dia tertarik pada sosok yang jujur seperti Safi” i tapi Rosmanah malu tuk mengungkapkannya beberapa kali pandangan mereka bertemu tetapi Safi’i tetap saja acuh tanpa ada sedikitpun getaran di dada dan Rosmanah menjadi minder serta berusaha mejauhkan diri dengan bercuti selama seminggu karena hatiya luka .

Cinta yang dinanti-nanti Rosmanah bertepuk sebelah tangan, Rosmanah berlibur ke kakaknya yang berada di Cikampek sementara Safi’i di kantor tak ada yang membatunya, inilah kesedihan Safi’i dengan tak adanya Rosmanah Safi’i amat capek mengurus barang yang datang dan memberiya label dia dibantu anak buahnya yag lain tetapi kurang puas dengan hasil kerjanya.

Dalam kesedihan Safi’i menelepon Rosmanah dan meminta untuk segera kembali , Rosmaahpun tersenyum tetapi cutinya masih ada tiga hari . Safi’i memohon dengan sangat untuk segera kembali dan cutinya ditukar lain hari. Dalam hati Rosmanah tertawa melihat betapa sibuknya mengecek sepatu-sepatu serta memberi label sesuai barcode dari kantor, dan Rosmanahpun segera memberesi bawaannya untuk segera kembali ke Pekalongan tempat kerjanya .

Kepulangan Rosmanah disambut gembira oleh Safi’i dan anak buahnya disuruh kembali ke tempatnya masing-masing , baru saat ini disadari Safi’i kalau dia sangat membutuhkan Rosmanah sebagai wakilnya. Safi’i tersenyum menyambut kedatangan Rosmanah dengan sukacita.

Sejak saat itu Safi’i begitu sayang kepada Rosmanah dan tak ingin ditinggalkannya . Rosmanah menyambut cinta Safi’i dengan bahagia

Hari-hari berikutnya mereka bekerja dengan riang gembira dan bekerja penuh gairah , Rosmanah merasa gembira karea sudah mendapatkan cintanya demikian juga Safi’i tak kehilangan Rosmanah yang pandai mengatur pekerjaan , maka keduanya sepakat menjalin kasih serta bekerja mengatur manajemen kantor mereka agar karyawan bisa mengerjakan pekerjaan apabila ditinggal bercuti seperti keadaan dewaktu ditinggal Rosmanah ke Cikampek.

Akhirnya mereka menikah dengan izin pemilik perusahaan karena sekarang Safi’i mengepalai tiga toko sepatu sandal, pakaian, dan pernak-pernik .

Tiga tahun tlah berlalu mereka dikaruiai seorang anak laki-laki sedang keluarga Safi’i adiknya sudah pada menikah dan tinggal satu orang adiknya laki-laki yang sekarang menemani ibuknya yang sudah tua. Wahyu begitu panggilannya sudah kelas tiga SMA yang mau ujian semester terakhir ibunya sudah tak jualan karena sudah tua tetapi membuat makanan kecil yang dipesan para pedagang di pasar Karangayu atas persetujuan Rosmanah maka Safi’i memberikan bantuan keuangan utuk Wahyu adiknya Safi’i tapi giliran Rosmanah untuk memberikan bantuan kepada keluargaya Safi’i keberatan dan melupakannya yang membuat sakit hati Rosmanah .

Semua pemasukkan dan pengeluaran keuangan di catat dalam buku harian karena Safi’i tak mau kejadian seperti bapaknya yang memiliki banyak hutang dan Safi’i yang menyelesaikan semua hutang-hutang bapaknya sehingga terlihat Safi’i amat pelit mengeluarkan uang. Rosmanah yang sedang sakit saja meminta uang utuk beli obat tidak dikasih dan mulut Safi’i ngedumel membuat sakit hati Rosmanah , giliran Rosmanah dapat rezeki uang diminta semua oleh Safi’i sampai Rosmanah menangis : ” Mas begitu teganya engkau padaku….uang itu hasil kerjaku kalau uangmu tak apalah kau simpan sendiri..aku iklas…semakin tua kok kamu semakin kikir….dan pelit…apa tanggung jawabmu padaku….” .Begitu tangis Rosmanah yang dibiarka saja oleh Safi’i yang sudah tak bekerja karena sudah digantikan dengan karyawan baru sedangkan Rosmanah menggantikan kedudukan Safi’i tentu saja keuangannya yang jaga Safi’i sampai Rosmanah judeg sendiri dengan sikap Safi’i dimasa tua ini karena dia hanya memikirkan keuangan agar anaknya tak seperti dia yang tak memiliki gelar dan keahlian apa-apa dan hanya kejujuran saja yang dia miliki . Keburukan dan kebaikan seseorang pada dasarnya ditentuka dihari-hari terakhir kehidupannya untuk itu bersikaplah Arif dan Bijaksana dalam menjalani hidup ini.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close

Adblock Detected

Support Kami Dengan Mematikan Adblock