Kehidupan

Karma

Andini tak pernah menyangka anak yang dibanggakan mendapat musibah . Getir sekali hidup ini menghadapi putrinya yang hampir gila karena diperkosa laki-laki yang tak bertanggung jawab, Lisa yang baru saja pulang kuliah kini terkapar di rumah sakit dengan mata berlinang , kadang melotot serta berteriak histeris . Dokter mengatakan kalau dia harus dibersihkan dari narkoba yang dimasukkan ke dalam mulut anak gadisnya . Andini menurut kata-kata dokter dengan tindakannya demi menyelamatkan hidup putri sulungnya .

Andini merasa bersalah dengan pola hidup masa mudanya yang telah menyusahkan ibunya , tapi dia selalu mengawasi kedua putrinya bahkan disekolahkan di sekolah terbaik agar tak mencontoh kehidupan nya . Namun sayang Andini tidak mau bersyukur memiliki ibu yang baik seperti Marfuah , meskipun dia juga menghadapi kemelut rumah tangga sewaktu masa kecil Andini sampai sekarang sudah berumah tangga dengan menikah pujaan hatinya itu semua karena pertolongan tantenya yang diminta Marfuah untuk melindungi Andini dari pekerjaan buruknya sebagai perempuan nakal.

Marfuah memohon agar Andini ditutup semua aib kelakuan buruknya di masa sekolah dan selanjutnya mau menerima pekerjaan untuk Andini sebagai staffnya , sebenarnya tantenya tak mau karena Andini bekerja sebagai perusak rumah tangga dan pijit plus-plus tapi tantenya kasihan pada kakaknya yaitu Marfuah karena kelakuannya yang binal dan sebagai perek ( perempuan eksperimen ). Akhirnya tantenya menerima karena Marfuah begitu berharap akan nasibnya agar baik dan Andni bisa diterima mertuanya secara baik-baik. Andini diakui tantenya bekerja di kontraktor dan mendampingi om nya padahal tidak. Tantenya Andini bernama Mirna yang memiliki beberapa perusahaan dan memiliki karyawan yang lumayan banyaklah, dia harus mengibul tentu saja berat bagi Mirna yang berusaha selalu jujur dalam bekerja tetapi karena Arman calon Andini mau bertemu dengan Mirna maka terpaksa Mirna menutupi aib Andini yang suka ngepil juga perempuan kotor sebagai tukang pijit plus-plus.

Dada Mirna berdebar saat menceritakan pekerjaan Andini yang berada di kontraktor padahal itu bohong belaka karena Marfuah kakaknya begitu berharap Andini bisa menata hidupnya dengan baik. Mirna yang selalu mengawasi pekerjanya memang tak mau menggangu pekerjaan suaminya di kontraktor karena ihwal Andini. Arman senang dengan pekerjaan Andini yang ternyata baik dan segera pulang ke Bandung agar orang tuanya mau menerima Andini sebagai menantunya .

Andini berhasil menikah dengan Arman dan sekarang hidup dengan nyaman karena Arman sangat mengasihi Andini . Dan sekarang Andini ingin keluar pekerjaan di kontraktor yang dianggapnya pekerjaan yang dikasih omnya kurang nyaman bagi dia . Arman memperbolehkan Andini keluar dari pekerjaan om dan tantenya. Ternyata Andini masih berhubungan dengan laki-laki sebelum Arman menikahinya.Andini memang kotor hatinya, Marfuahpun tak diakui sebagai ibunya karena Marfuah memang miskin lagi sudah tua. Andini menikah diBandung dan tak mau menikah dipihak Marfuah di Malang, malu karena rumahnya sempit dan jelek

Kebahagiaan Andini serasa sampai puncaknya tetapi seburuk apapun tetap terkuak keburukan Andini yang sudah menikah siri dengan Dedi dan memiliki anak yang diasuh Marfuah serta membesarkan anak laki-laki Andini. Tentu saja Arman marah mengetahui keadaan sesungguhnya, tapi dasar Andini memang kacau segala macam upaya Ia lakukan agar Arman tetap menerima apa adanya, Argo begitu nama anak Andini bersama Dedi waktu bekerja sebagai pemijat .

Arman menerimanya meskipun dia merasa di tipu dan Andinipun mencerityakan kalau tidak bekerja di tantenya Mirna , tentu saja Mirna sakit hati karena Andini tak berterima kasih kepada Mirna dan Omnya yang dipakai sebagai kedok saja, Marfuah tak bisa apa-apa minta maafpun Marfuah terlalu malu akibat ulah Andini yang tak tahu berterima kasih entah apa yang diceritakan Andini . Mirna hanya terdiam tapi Mirna datang kerumah Marfuah dengan sedih karena Andini begitu durhaka pada ibunya sedangkan Mirna yang tahu betul Andini hanya memeluk kakaknya dan supaya iklas atas perlakuan Andini terhadap Marfuah ibunya .

Kini cucunya Marfuah yang bernama Lisa terkapar tapi Marfuah tak menengoknya karena perlakuan Andini yang mengejek Marfuah dan sudah tak mau berhubungan dengan Marfuah lagi.

Marfuah hanya bisa menangis saja kepada Mirna dan menceritakan kekesalan Marfuah terhadap Andini.

Marfuah : ” Sungguh anak tak tahu berterima kasih , biar dia mendapatkan karma Tuhan aku tetap iklas dengan kelakuan Andini yang sekarang semakin sombong meskipun dia solat juga tapi kelakuannya sangat menyakitkan hatiku ” .

Mirna : ” Sudahlah kak…biar dia yang menerima atas perlakuannya sendiri, Apakah Argo masih ikut kamu kak…..? “

Marfuah : ” Iya setelah Argo tak mengkuti Andini dan suaminya, mungkin suaminya merasa jengkel pada Argo yang gak sopan karena tak pernah di didik Andini secara benar hingga mendapatkan perlakuan yang beda antara Liza dan Lita putri Andini bersama Arman . Dia kembali tinnggal bersama Marfuah di Batu Malang . Sampai sekarang dia bekerja serabutan dan aku belikan motor sebagai sarana pekerjaannya “

Mirna : ” Jadi motor itu kamu yang membelikan…bukannya Andini ataupun Arman….? ”

Marfuah : ” Tidak…..aku semua yang mengurusi kehidupan Argo sedangkan Andini cuek saja….tak mau tahu karna Aku sangat kasihan padanya mana bapaknya sudah tak mengurusi Argo juga “

Mirna : ” Owh begitu….yang sabar ya kak…..aku turut prihatin ….”

Sesampai di rumah Mirna mendapat kabar kalau Arman kecelakaan dari grup keluarga , belum kelar urusan Liza sudah datang lagi kesedihan yang lebih parah lagi…Mirna Menarik nafas dalam-dalam semoga Tuhan memberikan keringanan dan kemudahan Arman yang sekarang di rawat dirumah sakit bareng putrinya Liza . Andini pusing karena mobilnya rusak dan terpaksa memakai motor milik Lita putrinya , Mobil Arman masih berada di kepolisian dan Andini harus bolak-balik mengurusi kedua putrinya.

Andini mendapat telepon kalau mertuanya juga sakit di Bandung, tentu saja Andini tak bisa datang ke Bandung karena sama-sama mengurusi rumah tangganya sendiri. Dia menangis sendiri karena merenungi kajadian yang bertubi-tubi . Lita termangu melihat Andini mamanya yang terkolek di sofa dan menyarankan untuk menelepon Marfuah neneknya.

Andini : ” Buat apa telepon nenek Marfuah malah membuat sebal saja……”

Lita : ” Tapi dia kan nenek Lita…kasihan nenek Marfuah …dia pasti rindu dengan kak Liza dan Lita …ayooolah Ma… telpon nenek…..” .

Andini : ” Kalau kamu tetap ngotot mau telepon nenek Marfuah pergi saja kerumahnya , Mama tak sudi lagian hape mama di blokir sama nenek Marfuah….”.

Lita : ” Habis mama begitu kok sama nenek Marfuah…lain dengan nenek Bandung yang selalu di puja Mama…..”

Andini : ” Diam kamu…….kau tak tahu urusan mama sama nenek Marfuah yang julid orangnya…..”

Lita terdiam dia merasa kasihan saja sama nenek Marfuah dan segera menata keperluan kakaknya Liza juga keperluan papanya di rumah sakit , sedang mamanya Andni tertidur di sofa karena kecapaikan .

Marfuah diberitahu saudaranya yang lain tentang kecelakaan Arman yang membutuhkan darah , Marfuah terdiam dalam hatinya sebenarnya kasihan juga tapi mengingat kelakuan Andini terhadapnya begitu menjengkelkan sampai memblokir nomor telepon Andini .

Andini terbangun dari sofa tapi dia merasa aneh dengan keadaan tubuhnya yang tak bisa digerakkan dan menjerit memanggil Lita yang datang tergopoh -gopoh karena habis mandi . Andini terkena serangan stroke karena terlalu banyak permasalahan hingga tak bisa mengatasi permasalahan dengan baik .

Tiga tahun berlalu dan Arman sudah pulang dengan kaki pincang, sedangkan Liza tak bisa mengikuti perkuliahan karena biaya tak ada dan semua itu diurus Marfuah bersama Lita sedangkan Andini hanya bisa berteriak-teriak di kasur yang sudah butut,tubuhnya lumpuh.

Karma tetap berlaku dengan cepat atau lambat .

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Support Kami Dengan Mematikan Adblock