Drama

Jejak Luka dan Harapan

Kinanthi tertegun membuka facebooknya yang menjadi aneh yaaahhh….akun facebooknya sudah dibajak ” Mengapa bisa seperti ini…apa salahku…? ” gumannya dalam hati . Karena saat ini dia sedang sakit dan harus melakukan pengobatan dengan baik, adiknya Nina coba membantu dan memperbaikinya.

Nina         : ” Kok bisa jadi seperti ini, sudah kakak tanyakan pada facebook…? ”

Kinanthi    : ” Facebook hanya melaporkan ada yang menggunakan facebook aku tanggal ini……?! ” denan nada kecewa Kinanthi memperlihatkan catatan tersebut

Nina         : ” Waaah….facebookmu sudah diretas…..siapa yang melakukannya kira-kira kak….? ”

Kinanthi    : ” Bodho amat…..yang penting aku tak macam-macam dan hanya ingin sembuh saja sekarang……”

Nina          : ” Iya kak….asal tidak melakukan yang tidak baik yaaaa… sudahlah, biasa itu hanya orang iseng …sok pingin tahu aktifitas kakak…”  Nina membantu menenangkan kakaknya .

Kinanthi     : ” Tapi chat aku dan Ardi hilang…….?! ”

Nina           : ” Sudahlah kak….mungkin saja Ardi sendiri pelakunya….”

Kinanthi      : ” Mungkin juga….karena kemarin waktu aku sakit tak ada pesan pemberitahuan untuknya…. ”

Nina            : ” Kakak tenang saja…biar Ardi sendiri yang menyelesaikan facebook kakak…..kakak fokus penyembuhan saja ya…..? ”

Kinanthi      : ” Iya……kecelakaan itu membuat kakiku harus di operasi…….serta mulutku di jahit……hu..hu… ” Kinanthi menangisi kondisi tubuhnya saat ini

Nina            : ” Tapi dokter sudah melakukannya dengan semoga saja bisa kembali seperti semula….dokter kecantikan itu yang membuat aku percaya berbicara padanya ”

Kinanthi      : ” Yaah dokter Mardiyanto spesialis ortopedi dan kecantikan kulit memang sudah terkenal …semoga saja bisa lekas membaik…” sedih suara Kinanthi yang terganggu karena bekas operasinya belum lentur beneran . Mama Rohaya masuk kekamar Kinanthi dan membawakan buah untuknya agar segera dimakan siang ini serta memberikan sepucuk surat untuk Kinanthi.

Mama Rohaya : ” Ini surat dari  nak Ardi bacalah ” surat disodorkan pada Kinanthi dan berharap Kinanthi segera membacanya  agar bisa menenangkan hati putri pertamanya .

Kinanthi       : ” Terima kasih mama…tolong bacakan Nina…ini surat dari Ardi…..” Nina heran saja menerima surat dari kakaknya Kinanthi dan disuruh membacakannya mungkin bibir kakaknya belum nyaman saja, dan dia mulai membacakan surat dari Ardi pacar kakaknya.

Assalamualaikum Kinan…semoga engkau segera sembuh.

Aku meminta maaf…sudah membuatmu jadi seperti ini, tapi itu kecelakaan murni dan tak ku sengaja karena aku cuma lecet-lecet saja karena memikirkan pesan singkatnya dari Hamidun yang memberitahukan bahwa engkau melakukan perselingkuhan dengan sahabat aku sendiri yaitu Brahmana Setia Aji . Aku coba mengubernya lewat akun apapun dan belum bertanya karena kamu masih sakit. Maafkan aku ya…. yang seharusnya aku tidak seperti ini…maaf aku cemburu pada sahabatku sendiri Brahmana Setia Aji yang sebenarnya tak perlu aku cemburu….Aku masih menyayangimu

dari aku Ardian Matalangi.

Kinanthi menangis dia mendegar surat yang dibaca Nina adiknya yang berisikan permintaan maaf dari Ardi kekasih kakaknya .

Nina          : ” Jadi kemarin itu dia mau bicara tentang kecemburuannya pada kakak…..? ” setengah tak percaya Nina menanyakan ini pada kakaknya Kinanthi

Kinanthi     : ” Tapi kenapa chat aku dengannya malah hilang semua…. ada apa dengan Ardi..? ”

Nina           : ” Sudahlah kak….tak usah difikirkan lagi , sekarang toh sudah jelas kalau yang masuk ke akun kakak adalah Ardian Matalangi pacar kakak sendiri”  Kinanthi masih heran saja kenapa bisa-bisanya dihapus chetingannya padaku….? . Nina yang melihat Kinanthi menangis menjadi iba tapi tak tahu apa yang difikirkannya dan menjadi terharu karena suara tangisannya tak ada karena takut bekas operasi di bibirnya terganggu dan Nina hanya bisa menenangkan saja serta akan menemui Ardian Matalangi dikampus. Kinanthi segera tidur dan Nina akan kekampus sore nanti minta kejelasan pada Ardi Matalangi .

Sore itu Nina melihat Ardi Matalangi keluar dari mobilnya dan hendak memasuki ruang kelasnya, tapi Nina diam saja dan hanya memandang dari jauh, sesaat kemudian Hamidun menemuinya dan Nina melihatnya pula. Sebenarnya apa yang dilakukan Hamidun pada Ardi, itu yang jadi fikirannya , karena sepertinya Hamidun tidak kuliah fakultas kedokteran melainkan di Ilmu Komunikasi Internasional ada apa ya…. ? Nina mencoba inginkomunikasi  tahu sepertinya ada apa dengan kekasih kakaknya….? Dan dia melakukan penelusuran sendiri yang kebetulan temannya da yang kuliah di kedokteran , mungkin bisa menolongnya mendapatkan informasi untuk kakaknya yang kuliah di sastra Inggris sama seperti dirinya .

Nina yang barusan keluar kelas melihat Sisilia dia segera memanggilnya.

Nina          : ” Sisilia…tunggu…..” Sisilia yang melihat Nina berlari mengejarnya membuat dia berhenti dan menunggu Nina.

Sisilia        : ” Mau nebeng ya….. ? ” tanya Sisilia

Nina          : ” Enggak…aku cuma kangen saja pingin ngobrol……” . jelas Nina

Sisilia         : ” Tumben tapi aku segera pulang karena banyak tugas dari dosen mata kuliah Anatomi bu Erni…”

Nina          : ” Sebentar saja….kamu tahu Hamidun kan anak komonikasi Internasional kenapa sering ke kelas kedokteran kan beda prokdi….? ”

Sisilia         : ” Owh itu si Hamidun …kan dia lagi caper sama Ardian untuk mendekatkan adiknya padanya….”

Nina          : ” Bukankah kamu tahu kalau Ardian kekasih kakak aku….? ”

Sisilia         : ” Ardian itu pendiam tapi aktif, dan dia sudah lama sejak perkenalan mereka sudah baik dengan adik Hamidun tapi berdasrkan apa aku tak tahu….?! ”

Nina          : ” Oke deh….terima kasih infonya…selamat jalan ….aku pakai motor dan tak nebeng dulu…sory ya…..? ”

Sisilia         : ” Okey hati-hati di jalan……” Sisiia segera masuk mobilnya dan menstaternya sedangkan Nina memperhatikan Sisilia pergi sambil memberikan lambaian tangannya. Sedikit info yang diberikan Sisilia tapi tak apa…cukup membantu kalau ada perempuan lain dihati Ardi, tapi itu belum tentu karena Ardi terakhir masih mengucapkan kata sayang pada kak Kinanthi.  Kinanthi yang mengambil cuti dua bulan mulai belajar sendiri di rumah kadang juga temen kuliah bermain untuk menyemangati Kinanthi atas saran adiknya Nina yang tak ingin melihat kakaknya gagal dalam kuliah. Untung saja berkat Nina kesehatan kakaknya berangsur membaik. Jelang ujian semester direncanakan Kinanthi akan mengikutinya dan ini memang sudah saatnya kakaknya melanjutkan kuliah .

Nina        : ” Kak tak usah sedih dengan keadaan kakak seperti ini tapi kakak tetep cantik dan hanya beda dikit dalam bicara.. tapi it’s okay…”

Kinanthi   : ” Bener nih jangan asal nyenengi kakak saja…..” Kinanthi mencoba merendah agar adiknya tetep menyemangatinya . Ardi main ke rumah menemui Kinanthi dan sekali lagi meminta maaf atas kecelakaan yang meninmpa Kinanthi. Tetapi Kinanthi biasa saja dan tidak menyalahkan Ardian serta tetap menyayangi Kinanthi kakaknya .

Ardian      : ” Gimana….kapan mulai masuk…nanti aku jemput dan berangkat bersama…..”  Kinanthi tersenyum dan membelai kepala Ardian

Kinanthi   : ” Besok aku sudah habis masa cuti aku….kita berangkat bersama ya……tapi kakiku belum begitu baik dalam melangkah….”

Ardian      : ” Sabar saja nanti lama kelamaan akan normal lagi… ” Ardi memeluk Kinanthi yang ternyata masih menyayangi kakaknya untung saja dia tidak mencari informasi sejauh yang dia fikirkan yang ternyata Ardian masih sayang pada kakaknya walau kaki dan wajahnya sedikit berubah karena kecelakaan tiga bulan yanglalu. Ardi masih sayang pada kakaknya itu yang membuat Nina bahagia.

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Check Also
Close
Back to top button
Close

Adblock Detected

Support Kami Dengan Mematikan Adblock