Perjuangan Parmin edisi Kuliah Di UNY (Universitas National Yokohama )
Parmin dengan menggunakan skype menghubungi orang tuanya di Semarang kalau dia akan balik menunggu musim dingin selesai, karena masih ada satu mata kuliah yang akan dilaluinya yaitu kesetaraan keahlian kerja di Saporro yang saat ini sedang mengalami musim dingin, Yokohama juga dingin tapi tak seperti Saporro di sana ada saljunya kata Michiko dengan bahasa Indonesia yang lancar apalagi dia mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia atas perintah pamannya Mr Ahogi sebagai pejabat pemerintah di Jepang dan tinggal di Tokyo. Tokyo -Yokohama tak terlalu jauh berkisar 25-30 km ,Michiko sering ke Tokyo dengan memakai kereta JR Tokaido Line atau yang lainnya.
Parmin mengabarkan kalau mendapat study di Saporro dan menyelesaikan dulu studynya baru bisa balik ke Indonesia karena Parmin akan di uji kelayakannya jelang semester mendatang. Sebetulnya sudah boleh pulang tapi karena Parmin mengambil kesempatan untuk kuliah di UNY pengujiannya harus disetarakan dengan kemampuan Parmin.
Dan Parmin dinyatakan siap kuliah di UNY kalau kuat dan tahan dengan lingkungan Saporro . Tarjo yang akan mengambil suku cadang meminta ibu Rahmad memastikannya kalau masih ada stock barang. Parmin ngobrol sebentar dengan Tarjo sementara ibu Rahmad mencatat dan mengoreksi logistik. Tarjo senang sekali mendengar cerita Parmin yang langsung diterima di UNY dan Tarjo mengucapkan selamat. Bu Rahmad mengambilkan amplas serta busi dan diterima Tarjo selanjutnyua dia pamit ke bengkel. Kinanthi yang pulang sekolah langsung ke ruang logistik menemui ibunya dan meminta makan , melihat kakaknya sedang berbicara Kinanthi langsung nimbrung apalagi ada miss Michiko yang cantik.
Kinanthi memang ngangeni dan selalu ceria bila berjumpa kakaknya yang mengabarkan akan pulang ke Semarang. Kinanthi langsung berteriak kegirangan dan keluar menuju ke ayahnya mengabarkan berita ini. Ibu hanya tersenyum dan mengobrol lagi dengan Parmin.
Reni yang baru saja pulang hampir menabrak adiknya karena meloncat-loncat sambil berlari kegirangan, Renipun mendengar dari Kinanthi kalau kakaknya akan pulang. Bu Rahmad mengangguk membenarkan kata Kinanthi tapi sayang Parmin sudah mematikan skype.
Pak Rahmad mendengar teriakan putri kecilnya Kinanthi kepada orang-orang bengkel , pak Rahmad tersenyum saja dan baru keluar dari kolong mobil ketika perutnya minta di isi . Tarjo meneruskan pekerjaan pak Rahmad yang sedang membersihkan kampas kopling. Hati pak Rahmad berbunga-bunga tapi tetap tenang sambil membersihkan tangan yang belepotan oli meminta istrinya menyediakan makan siang, ternyata sudah siap katering dari mbok Sablah dan mereka makan bersama dilanjut pekerja bengkel yang antri satu-satu karena menyelesaikan pekerjaannya dulu.
Parmin yang berada di kosan mempersiapkan perbekalan karena hendak berangkat ke Saporro yang cukup jauh dengan Yokohama dengan naik pesawat sekitar dua jam sampai di bengkel Siaga milik ibu bapak Sakaimoto .Michiko belum bisa mengantar karena dia sedang ada ujian kuliah. Parmin siap berangkat bersama teman-teman seangkatan yang nantinya akan dibagi ke beberapa tempat.
Parmin tiba di Bandara New Chitose sekitar pukul empat sore dan langsung menghubunngi Michiko yang sudah memberikan arahan agar menurut dengan panitia penetapan lokasi di Saporro . Parmin menurut saja apa yang diperintah ketua panitia yaitu bapak Sakaimoto . Parmin bersama empat orang rekannya tinggal di satu kamar yang lumayan luas dan fasilitasnya baik.
Musim dingin bersalju semua memakai mantel saat bekerja dan juga diberikan pendidikan oleh bapak Sakaimoto . Parmin cepat sekali menyelesaikan pelajarannya dan mendapat nilai cumlaude. Fisik Parmin pun kuat tetapi karena ada badai fisik mulai menurun diterpa badai salju membuat Parmin terkena Hepoterma . Michiko menangis saat mengunjungi Parmin di kamar rumah sakit Saporro untung saja sudah menyelesaikan mata kuliah yang di uji karena keahliannya bisa langsung mengambil smester lima , Parmin dibawa pulang ke Yokohama oleh Michiko yang masih menyelesaikan study di UNY . Kesetaraan smester yang didapatkan Parmin bisa membuatnya istirahat dengan tenang. Michiko mengabarkan kondisi Parmin kepada Bapak Ibu Rahmad dan berdoa selalu agar putranya sehat kembali.
Parmin mendapat izin pulang ke Indonesia dari dinas perhubungan dan dari Astra. Tamazagi menelepon Parmin dan memberikan semangat untuk berjuang di sana . Parmin terharu dengan nasihat Tamazagi sehingga membuat matanya berkaca-kaca. Izin dari dinas perhubungan turun juga dari Astra Michiko segera menghubungi Mr Tanaka kalau Parmin sudah siap . Dalam keadaan kedinginan Parmin menuju Indonesia ,tiket sudah dipersiapkan Mr Tanaka dari Seiko. Parmin menelepon orang tuanya juga Tamazagi yang sudah tak sabar ingin dibantu keahlian Parmin dalam bekerja tapi Tamazagi ingin mengikuti Parmin dalam liburannya ke India atas petunjuk Mr Tanaka.
Di bandara Haneda Parmin dikerubung pencintanya karna ketampanannya juga miss Michiko yang serasi dalam bergaya dan merupakan ikonic di bandara Haneda yang terpampang di poster Parmin dan Michiko memakai jam tangan Seiko menunjukkan ketepatan waktu pemberangkatan pesawat. “Besok pulangnya kita ambil foto di bandara Narita” kata Mr Tanaka sambil memandang baliho “Selamat datang di bandara Haneda Tokyo” yang sangat anggunnya Michiko bergandengan dengan Parmin keduanya mengangkat tangan yang ada jam Seiko berpasangan.
Pesawatpun terbang Parmin melihat dari jendela ke bawah menyaksikan pulau Hokaido yang nampak bersalju dibeberapa tempat dan pesawat terbang tinggi lagi sampai terlihat gugusan kepulauan dan samudera yang biru mengubah pemandangan dan udara menjadi agak hangat karena sudah meninggalkan Jepang. Mr Tanaka, Parmin dan nona Michiko berada di kelas bisnis sangat nyaman sekali sampai Parmin tertidur dan bangun saat makan siang. Miss Michiko membaca buku ,Parmin dan Mr Tanaka merencanakan pembuatan film dan foto di India . Semua menikmati menu makanan dari pesawat Cathay Pacific dengan nyaman .Delapan jam sudah penerbangan dari Jepang dan kini mereka sampai di Jakarta pukul empat sore hari, lanjut transite jam tujuh malam ke Semarang . Parmin menelepon bapaknya kalau tak usah di jemput dan akan mengantar mr Tanaka di hotel Grand Candi . Keluarga Rahmad senang sekali putranya segera sampai , bu Rahmad menangis saking bahagianya.
Parmin sampai di rumah kontrakannya dan sudah disambut keluarga dengan gembira , Parmin membawa kopor sebanyak empat buah yang berisi berbagai oleh-oleh dan beberapa pakaian kerja untuk shooting film . Miss Michiko satu kamar dengan Reni dan Kinanthi yang membagikan oleh-oleh dari Jepang di kamarnya yang cukup besar. Parmin bersama bapak ibunya yang bertanya macam-macam tentang sakitnya serta foto-foto yang beredar di internet bersama Seiko. Kehangatan keluarga membuat Michiko tenteram berada di Indonesia.
Pagi-pagi Tamazagi menelepon kalau dia ingin ikut ke India kalau diperbolehkan mr Tanaka dan Parmin akan membantunya biar bisa bersama dalam pengambilan gambar karena Tamazagi sangat handal untuk urusan foto – memfoto. Parmin beristirahat sebentar lalu bersama Nona Michiko berangkat ke bengkel Rahmad bersama ibunya .Reni dan Kinanthi sekolah dan nanti siang mereka ngumpul di bengkel Rahmad bertemu dengan tenaga kerja bengkel.




