Mobil sedan warna biru itu berhenti dan keluarlah seorang gadis cantik yang membawa tas tangan yang begitu menarik, dia adalah keuangan di PT Murah Pertama yang bergerak dibidang elektronik yang utama adalah pengadaan telepon genggam . Wasthina begitu namanya sangat dihormati karena pepiawaiannya mengatur keuangan seperti pengadaan model hand phone yang segera dilakukan dikantor . Model itu sebut saja Damanaki seorang pria yang ganteng , model juga fotografer. Damanaki asli Jepang yang menjadi model atas pesanan Wasthina dari perekrutan model ternama asuhan Ashashin.
Wasthina bertemu dengan Damanaki yang sudah berada diruang meeting menanti pengarahan dari Wasthina. Sangat tenang sekali Wasthina menjelaskan kepada Damanaki yang tentang step-step yang akan dikerjakannya. Damanaki memandang Wasthina sambil mengayunkan rambutnya yang hitam legam sambil memandang Wasthina. Pandangan itu begitu tertuju ke arah Wasthina yang saling pandang dan tertangkap basah oleh Damanaki yang langsung tertunduk smbil memainkan bolpen. Senyuman Damanaki membuat fikiran Wasthina buyar sedangkan Damanaki tersenyum sendiri .
Wasthina terbatuk begitu tertangkap matanya beradu dengan Damanaki seorang priya Jepang piihan Ashashin untuk beracting memasarkan handphone , dari caranya bicara Damanaki sangat berpengalaman beradu akting. Ashashin pria gaek yang tak mau kawin karena patah hati akibat gaya hidup Ashashin yang condong ke perempuan karena dia dalah gurunya model terkenal dari Jepang.
Ashashin mengajak keluar sebentar Wasthina untuk mengecek lokasi aktingnya Damanaki yang sudah ditata sedemikian sekalian pengambilan foto oleh FMurah Pertama otografer milik PT Murah Pertama, tetapi Damanaki juga akan mengambil foto secara otomatis sebagai perbandingan dan hasil jepretannya dengan hasil jepretan dari PT Murah Pertama . Ashashin menyetujui dan siap melakukan pemotretan. Damanaki berjalan santai, foto model Ashashin itu begitu menggoda hati Wasthina , dari jalan melenggang sungguh terasa menggetarkan hati Wasthina yang mulai klepek-klepek .
Ashashin dan Damanaki sudah sepakat menggunakan peralatannya secara kompak, begitu Damanaki bergaya jepretan foto beberapa kali dimainkan Ashashin …” Sungguh memikat sekali gaya Damanaki ” : begitu fikir Wasthina yang pura-pura tegar walaupun hatinya sebenarnya sudah mulai lunglai oleh model Damanaki. Selesai melakukan pemotretan mereka kembali keruang meeting dan mempresentasikan hasil jepretan dari PT Murah Pertama dan dari hasil foto Ashashin . Damanaki yakin foto-fotonya akan menarik pembeli , dan Wasthina sendiri mulai tertarik dengan fotonya Damanaki.
Wasthina : ” Kok bisa tepat memotonya…. padahal cuma lima menit kali 3 …”
Ashashin : ” Itulah kelebihan kami….berkolaborasi dengan mitra yang menyenangkan seperti Damanaki ” Damanaki tersenyum saja sambil memandang keayuan Wasthina.
Ashashin : ” Hape ini tahan air dan tahan banting akan aku uji dengan berenang dalam kolam bagaimana….? ”
Wasthina : ” Okey aku setuju sekali….ak ingin melihat foto Damanaki berenang dalam air….disini ada kolam renangnya dan hape akan digunakan dalam kolam ”
Damanaki : ” Tapi harus menunggu sore dulu..biar pencahayaannya lebih kontras dan ruangan pojok itu harus ditutup sangat karena mengganggu jarak pandang fokus ” Wasthina melihat sekeliling ruang kolam renang dan menyuruh keamanan menjalankan perintah Ashashin dan Damanaki . Banyak kamera berada di kolam renang tersebut karena untuk mengambil gambar berbagai gaya Damanaki. Dari melonpat lalu menggunakan foto d air dan mengambil vedio dalam air yang lalu hape tersebut jatuh dari tangan dan terantuk lantai dasar kolam semua ternyata sudah dipelajari oleh Damanaki dan Ashashin sehingga cepat selesai dalam satu hari.
Damanaki keluar sudah disambut oleh Wasthina dengan minuman segar , karera terus berjalan dan mengambil semua foto yang berada disekitar kolam termasuk saat Wasthina memberikan minuman kepada Damanaki yang meminumnya dengan penuh kenikmatan sedangkan Wasthina sendiri meminum minumannya sendiri sambil berbicara dengan Damanaki.
Wasthina : ” Saya kok belum pernah melihat anda, Damanaki…..?! ” Damanaki tersenyum .
Damanaki : ” Mulanya saya model pengganti, lalu bertemu Ashashin dan direkrutnya karena saya dulu sekolah di fotografer sebagai seniman saja …”
Wasthina : ” Tapi anda betul-betul tampan….kenapa mereka baru menyadari sekarang…..? ! ” lagi-lagi Damanaki tersenyum dengan gaya yang aduhai membuat hati Wasthina terpana dan ingin ngobrol terus.
Damanaki : ” Soal ketampanan itu adalah relatif …karena tampan tidak hanya saya saja…..?! ” Damanaki mengerlingkan matanya …Wasthina semakin klepek-klepek dan menggigit jarinya seraya mengaduh, Damanaki membantu memegang tangan Wasthina serta mengelusnya .
Damanaki : ” Hati-hati… sakitkah ….? ” meskipun Wasthina sedikit meringis tetapi dia mengatakan ” tak apa-apa kok….” Wasthina memerintahkan untuk segera memberesi kolam renang yang sudah selesai pengambilan fotonya yang segera dipresentasikan. Hari sudah sore dan mereka masih berada diruang meeting , mereka cuma bertiga dan ketika direktur datang untuk menghadiri meeting tersenbut Ashashin sedang menjelaskan semua foto-foto hasil karyanya. Melihat beberapa foto direktur sangat puas sekali dengan tampilan Damanaki yang begitu menarik perhatian dan lantas direktur bertepuk tangan.
Direktur : ” hebat…hebat…foto tersebut sangat menarik untuk saya pribadi….demikian juga anda Wasthina….? ” Wasthina baru sadar kalau pak direktur ternyata dari tadi menyaksikan presentasi Ashashin.
Wasthina : ” Pak direktur…maaf saya tak melihat anda…. ?! ” sambil mempersilahkan duduk di kursi direktur ” Direktur langsung duduk sambil memandang Damanaki yang tersenyum pada direktur .
Direktur : ” Wasthina.., anda begitu pandai mendapatkan model handphone baru kita …. jadi ini model baru kita….? ” Wasthina mengangguk krena dia merasa tersanjung oleh direktur PT Murah Pertama .
Wasthina : ” Semua berkat perkenalan saya pada Ashashin yang ternyata guru model dari Jepang….” Ashashin berdiri menghormat sambil membungkukkan punggungnya
Direktur : ” Terima kasih Ashashin anda telah membantu keuangan saya Wasthina yang tak lain adalah …. ? ” direktur terhenti tatkala dipenggal pembicaraannya oleh Wasthina
Wasthina : ” Direktur terima kasih mereka semua sudah tahu kalau saya adalah keuangan dari PT Murah Pertama ”
Direktur : ” Syukurlah…kalau mereka sudah tahu.. ” Direktur memandang Damanaki lalu Ashashin dan melanjutkan pembicaraannya ” Semoga kalian akan selalu bersama kami dan berjalan beriringan di PT Murah Pratama ” Ashashin tersenyum dan mengangguk begitu juga Damanaki.
Ashashin : ” Semoga bapak direktur akan selalu menerima kami selanjutnya…terima kasih ”
Direktur : ” Kalian akan kami pakai untuk tahun-tahun mendatang ….” Wasthina tersenyum dan bertepuk tangan semua atas penilaian yang bagus kepada Ashashin dan Damanaki . Karena sudah selesai merekapun akan segera persiapan pulang , Wasthina mengikuti direktur dari belakang dan diikuti Ashashin dan Damanaki . Direktur berbincang kepada Wasthina dengan jarak yang cukup jauh
Direktur : ” Kenapa engkau memotong pembicaraanku tadi…? ”
Wasthina : ” Maaf ayah …Wasthina tak ingin mereka tahu siapa saya …agar mereka bisa santai saja dalam berfikir…..” direktur memandang Wasthina yang tak lain adalah putrinya sendiri.
Direktur : ” Mereka bagus dan bisa di pakai lagi seterusnya….”
Wasthina : ” Bener,…..terima kasih ayah…..mereka kelihatannya juga cocok dengan pembayarannya…..”
Direktur : ” Ayah hanya ingin engkau segera menikah….dan mendapat jodoh yang cocok dengan pekerjaan yang kita jalani sekarang ”
Wasthina : ” Terima kasih ayah…semoga saja kita berjodoh….” Wasthina memandang mereka yang ada dibelakangnya untuk segera masuk lift dan Ashashin juga Damanaki berlari agar tak ketinggalan terlalu lama . Lift turun dari lantai lima menuju lantai satu . Pak direktur sudah ditunggu mobil sedangkan Wasthina kembali keruangannya untuk mengambil berkas yang akan dibawanya pulang ditemani Ashashin dan Damanaki.




